Jasa Raharja Dorong Bank Sampah Kutilang Jadi Penggerak Ekonomi Warga Johar Baru
JAKARTA — Pengelolaan sampah di tingkat lingkungan tak lagi sekadar persoalan kebersihan. Di Johar Baru, Jakarta Pusat, sampah didorong menjadi sumber manfaat ekonomi sekaligus pintu masuk untuk memperkuat kesadaran warga terhadap kewajiban sebagai wajib pajak.
PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta menyalurkan bantuan senilai Rp15,5 juta kepada Bank Sampah Kutilang RW 05, Kelurahan Johar Baru, pada 29 September 2026. Bantuan tersebut diberikan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Program ini tidak hanya diarahkan pada aktivitas memilah dan mengolah sampah. Jasa Raharja bersama Samsat Jakarta Pusat, Kelurahan Johar Baru, dan warga juga membangun komitmen bersama agar gerakan lingkungan berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban pajak kendaraan bermotor.
Kabag Administrasi Jasa Raharja Khairil mengatakan, pendekatan berbasis masyarakat menjadi penting karena perubahan perilaku terhadap sampah harus dimulai dari lingkungan terdekat.
Melalui bank sampah, warga didorong untuk memilah sampah sejak dari rumah. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kemudian dapat dikumpulkan, dikelola, dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Selain Khairil, kegiatan tersebut dihadiri Kasubag Keuangan, Akuntansi dan TJSL Muhammad Ikhsan Agustian Salim, Kasubag SW dan Humas Fardiman Suria Amijaya, serta Kepala UPP Samsat Jakarta Pusat Agus Hendro Purnomo.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Jasa Raharja, Samsat Jakarta Pusat, pihak kelurahan, dan warga.
Kolaborasi itu diarahkan untuk membangun pola pengelolaan yang berkelanjutan. Artinya, bantuan tidak berhenti pada penyerahan sarana atau dana, tetapi diharapkan menghasilkan aktivitas yang terus berjalan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Di sisi lain, keterlibatan Samsat menjadi bagian dari upaya menyampaikan edukasi mengenai pentingnya memenuhi kewajiban pajak kendaraan bermotor. Pesan yang dibangun adalah bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan kepatuhan terhadap kewajiban publik dapat berjalan bersamaan.
Bagi warga, keberadaan bank sampah juga membuka peluang agar aktivitas menjaga kebersihan memiliki manfaat ekonomi. Semakin banyak sampah yang dipilah dan dikelola, semakin besar pula peluang menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.
Model seperti ini sekaligus menempatkan warga sebagai pelaku utama. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam memastikan program tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Jasa Raharja berharap Bank Sampah Kutilang dapat berkembang menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis warga yang bisa diterapkan di lingkungan lain di Jakarta.
Harapannya, gerakan memilah sampah semakin menjadi kebiasaan, lingkungan menjadi lebih bersih, manfaat ekonomi dapat dirasakan warga, dan kesadaran terhadap kewajiban pajak kendaraan bermotor ikut meningkat.
Bersih lingkungannya, tumbuh ekonominya, dan semakin tertib warganya.sumber dari roseleny












