Debut Executive Producer Nikita Mirzani, Film Beautiful Pain akan Tayang 22 Oktober 2026 Kolaborasi Dapur Film milik Hanung Bramantyo dan debut sutradara Dmaz Brodjonegoro,resmi rilis first-look tentang rahasia, luka, dan Oengkhianatan.

Debut Executive Producer Nikita Mirzani, Film Beautiful Pain akan Tayang 22 Oktober 2026
Kolaborasi Dapur Film milik Hanung Bramantyo dan debut sutradara Dmaz Brodjonegoro,resmi rilis first-look tentang rahasia, luka, dan pengkhianatan.

Jakarta, 20 Agustus 2026 — Di balik senyum hangat sebuah keluarga dan keintiman yang tampak sempurna, selalu ada luka yang disembunyikan rapat-rapat. Rasa sakit itu kini siap
disingkap ke layar lebar melalui film drama paling dinanti tahun ini, “Beautiful Pain”, yang secara resmi mengumumkan tanggal penayangan serentak di bioskop Indonesia mulai 22
Oktober 2026.

Bersamaan dengan pengumuman tanggal rilis tersebut, film ini meluncurkan potongan gambar
dan cuplikan video perdana (first-look) yang langsung menebar atmosfer penuh tanda tanya, pekat akan ketegangan batin, dan sarat misteri tak terucap. Proyek prestisius ini sekaligus
menandai babak baru dalam karier Nikita Mirzani yang mencatatkan debut perdananya sebagai Executive Producer, berdampingan dengan perannya di depan kamera.

Executive Producer sekaligus pemeran Nikita Mirzani membagikan antusiasmenya terhadap
debut di belakang layarnya ini. “Melalui film Beautiful Pain, saya akhirnya mengambil langkah baru untuk mendukung sebuah cerita yang penting untuk dibicarakan. Film ini kami buat untuk kita semua yang pernah merasakan disakiti, dan saya berharap film ini dapat menciptakan
diskusi yang penting nantinya.”
Dalam penggarapannya, proyek ini menggandeng rumah produksi bereputasi tinggi Dapur Film
milik sutradara kawakan Hanung Bramantyo, serta menjadi ajang unjuk kebolehan bagi sutradara debutan berbakat, Dmaz Brodjonegoro, dalam meramu konflik rumah tangga dan
drama psikologis yang intens.
Peluncuran materi first-look foto dan video melalui kanal media sosial resmi serta akun para pemeran utama, seperti Raihaanun, Baim Wong, dan Nikita Mirzani, langsung memantik tanda
tanya besar. Pada first-look foto yang dirilis menyajikan teka-teki relasi yang kontras: sosok Raihaanun yang merengkuh kedua anaknya di pesisir pantai dengan tatapan dingin, di foto
lainnya terlihat dalam momen intim antara Nikita Mirzani dan Baim Wong di ruang temaram,

hingga foto yang menggambarkan kegetiran antara Niki dan Raihaanun, yang mengisyaratkan pengkhianatan besar. Sementara pada video first-look yang dirilis memperlihatkan lapisan
trauma problematika rumah tangga yang mendalam, yang dialami oleh karakter Raihaanun. Disatu sisi, ia ingin bangkit meski hidup hanya bersama anak-anak, namun di sisi lain ia harus
memberikan pemahaman kepada anak-anaknya tentang pilihan tersebut.
Ikut serta dalam memproduseri film ini, Hanung Bramantyo angkat bicara mengenai alasan yang dimilikinya. “Saya selalu senang dengan adanya suara-suara baru dalam perfilman. Dari awal
saya sudah percaya dengan konsep yang dibawa oleh film ini, bagaimana representasi perjuangan sembuh dari trauma yang banyak dari kita pernah lalui. Saya harap film ini dapat
menjadi refleksi bagi kita semua.”
Apakah kepedihan dan trauma mendalam yang dipikul Raihaanun berakar dari hubungan
terlarang yang terjadi antara Baim Wong dan Nikita Mirzani?
Mengusung pesan utama fight the trauma, film ini menyuguhkan sinopsis resmi yang menggetarkan. Beautiful Pain mengisahkan perjuangan seorang ibu tunggal yang berusaha
bangkit dari jurang keterpurukan dan menemukan secercah harapan melalui karier barunya sebagai aktris. Namun, harapan itu runtuh seketika saat fitnah keji dan kasus pelecehan seksual
menghancurkan nama baiknya hingga merenggut hak asuh atas buah hati tercintanya. Dikelilingi dukungan orang-orang terdekat, ia menolak untuk bungkam dan memilih berdiri teguh
melawan ketidakadilan sistem yang bias demi merebut kembali kehormatan, keutuhan keluarga,

serta suaranya sebagai seorang perempuan. Isu sensitif seputar KDRT, relasi kuasa, dan kekerasan seksual dibungkus dengan narasi dramatis yang berani dan menyentuh nurani.
Sutradara Dmaz Brodjonegoro memberikan pernyataan mengenai apa yang ingin dibawakannya
melalui film ini. “Beautiful Pain bukan hanya tentang trauma, tetapi tentang keberanian untuk bangkit dan merebut kembali suara. Saya berharap film ini mengajak penonton mempertanyakan siapa yang dipercaya, siapa yang dilindungi, dan seperti apa keadilan bagi
mereka yang harus memperjuangkannya sendirian.”
Kemegahan cerita Beautiful Pain dihidupkan oleh ansambel pemeran lintas generasi terbaik di
industri perfilman Indonesia. Film ini mempertemukan kepiawaian akting Raihaanun, Baim Wong, Jajang C. Noer, Tarra Budiman, Nikita Mirzani, Dimas Aditya, Siti Fauziah, Sha Ine
Febriyanti, Anantya Kirana, Evano Zyan, Willem Bevers, Anastasia Herzigova, hingga Berliana
Lovell. Sementara di jajaran kreatif, kursi penyutradaraan dipercayakan kepada Dmaz
Brodjonegoro dengan Nikita Mirzani sebagai Executive Producer di bawah naungan bendera
produksi Dapur Film.
Film Beautiful Pain siap menghadirkan pengalaman emosional yang mendalam dan menggugah
kesadaran masyarakat di seluruh jaringan bioskop Tanah Air mulai 22 Oktober 2026. Pantau terus kabar terbaru, potongan adegan eksklusif, dan jadwal peluncuran trailer resmi melalui
akun media sosial resmi @filmbeautifulpain dan @dapurfilm.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *